Suzuki Tarik Inazuma 250

Suzuki menarik Inazuma di Amerika Serikat lantaran ada potensi permasalahan di wiring harness. Motor itu harus ditarik karena air bisa masuk ke dalam wiring harness di konektor lampu belakang.

Suzuki Tarik Inazuma 250

Dilansir Asphalt and Rubber, Rabu (23/11/2016), karena air berpotensi masuk, wiring harness bisa korosi. Jika terjadi korosi pada wiring harness, maka lampu depan, lampu belakang dan lampu rem bisa mati.

Inazuma yang dijual dengan nama GW250 di Negeri Paman Sam itu ditarik sebanyak 1.890 unit. Motor yang ditarik adalah Inazuma model tahun 2013, 2015 dan 2017.

Suzuki bakal memberitahu pemilik Inazuma yang terkena dampak penarikan. Dalam proses penarikan, diler Suzuki akan menginstal satu set saklar lampu belakang baru dan cover pelindung air.

Proses perbaikan tidak dipungut biaya. Recall Inazuma ini dilakukan mulai 23 November ini.

Diskon Servis Musim Hujan untuk Pemilik Ducati Indonesia

Menjelang akhir tahun, Ducati Indonesia memberikan potongan harga untuk servis motor besar Italia itu. PT Garansindo Euro Sports yang kini merupakan distributor dan importir Ducati di Indonesia memberikan potongan 25 persen untuk engine oil dan free towing pickup dari rumah menuju bengkel Ducati.

Diskon Servis Musim Hujan untuk Pemilik Ducati Indonesia

Program servis ini merupakan bagian dari ‘Rainy Season’ Service Campaign khusus dari tanggal 20 November – 17 Desember 2016 di Ducati Flagship Showroom berlokasi di Jalan Kemang Utara Raya No. 28, Jakarta Selatan.

“Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk melakukan service berkala terhadap kendaraan, terutama untuk memastikan bahwa kondisi kendaraan prima dalam mengantisipasi musim hujan. Program ini adalah salah satu bentuk komitmen bahwa Ducati Indonesia selalu berupaya memberikan layanan purna jual terbaik dan berkualitas bagi para pecinta dan komunitas Ducati di Indonesia agar kendaraan mereka selalu dalam kondisi prima pada kondisi apapun” ungkap Managing Director Ducati Indonesia Dhani Yahya dalam siaran pers, Rabu (23/11/2016).

“Semua pemilik motor besar ini, termasuk lineup Scrambler, akan dilayani oleh mechanic Ducati yang telah mendapatkan training khusus dari Ducati pusat di workshop kami,” imbuhnya.

Mengenal Sejarah Gunung Kawi

Mendengar nama Gunung Kawi mungkin akan terlintas kesan mistis. Akan tetapi itu tidaklah benar, hal ini langsung dibuktikan oleh para peserta Datsun Risers Expedition.

Mengenal Sejarah Gunung Kawi

Dalam melihat sejarah Gunung Kawi dan mematahkan mitos negatif gunung Kawi, para peserta Datsun Risers langsung ditemani oleh juru kunci dan masyarakat sekitar yang bertanggung jawab mengelola Makam Pasarean Kawi, Eyang Jugo Kyai Zakaria dan Eyang Raden Mas Iman Sujono.

“Di sini ada makam Eyang Jugo Kyai Zakaria dan Eyang Raden Mas Iman Sujono. Eyang memang memilih untuk dimakamkan di Gunung Kawi. Saat itu keduanya di waktu yang berbeda langsung dibawa oleh masyarakat sekitar dibawa ke sini untuk dimakamkan. Dan di sini itu bukan untuk meminta tuyul atau apa pun tetapi meminta berkah dari Tuhan Yang Maha Esa melalui keberkahan Eyang,” ujar petugas informasi makam Eyang Jugo Kyai Zakaria dan Eyang Raden Mas Iman Sujono, di Gunung Kawi, kabupaten Malang Kec. Wonosari.

“Jadi kalau ada rumor makam ini buat pesugihan, itu tidak benar. Tapi dengan yakin dan tulus, In Sya Allah doa melalui Eyang bukan berdoa ke Eyang bisa dikabulkan Yang Maha Kuasa. Di sini memang ada ritual setiap 1 Suro dan 12 Suro, tapi Alhamdulillah ritual ini membawa berkah semuanya, terbukti yang jualan di sini menjadi berkah karena Eyang dimakamkan di sini,” katanya.

Dalam Makam Pasarean Kawi, para peserta Datsun Risers Expedition melantunkan doa berdasarkan kepercayaan masing-masing, mendoakan agar Eyang Jugo Kyai Zakaria dan Eyang Raden Mas Iman Sujono diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menyampaikan doa masing-masing peserta agar bisa dilanjutkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena saat ini posisi Eyang Jugo Kyai Zakaria dan Eyang Raden Mas Iman Sujono sudah lebih dekat kepada Sang Maha Penguasa.

“Di dalam makam Eyang memang banyak sekali jam. Jam ini menandakan, di kehidupan ini adanya perubahan, di saat jarum jam panjangnya berada di atas untuk tidak lupa terhadap jarum jam yang lebih pendek berada di bawah. Jadi harus tetap bersyukur. Selain itu banyak warga yang menaruh lampu minyak di dekat makam, lampu minyak itu dianggap sebagai bintang terang, filosofinya ini untuk menerangi usaha dan rumah tangga. Lalu selalu banyak yang mengatakan kenapa China banyak sukses setelah datang ke sini, ini banyak yang mempengaruhi. Seperti modal mereka lebih banyak, mereka lebih tekun, dan kalau melihat sejarahnya mereka tidak pernah melupakan leluhurnya,” katanya.

“Dan kalau dilihat, makam ini mengajarkan Tri Dharma, hal ini terlihat pada anak tangga menuju makam Eyang yang menandakan ada tiga tingkatan. Tingkat bakti kepada Tuhan, orang tua dan mertua, serta bangsa dan negara,” tambahnya.

Para risers merasa sangat beruntung bisa menyambangi Gunung kawi, sekaligus melihat budaya asli yang ada di Gunung Kawi. Seperti yang disampaikan Rauzan, risers asal Malang.

“Kita bisa melihat langsung mitos akan mendapatkan tambahan rejeki dan menambah hoki, semuanya dilakukan dengan cara berdoa. Ya ini keren, karena bisa kita tarik dari berbagai sisi, kalau biasanya dijadikan mistis ya tidak juga. Tidak boleh memetik dan di sini semua kalangan bisa diterima, dari berbagai agama hingga kulit tubuh dan semuanya bisa berdoa dan memiliki ritual budaya yang keren,” ujar Rauzan.