Mobil Listrik Tercepat Dunia

Sebuah start up global, NextEV, meluncurkan mobil listrik bertenaga tinggi yang diberi nama NIO EP9. Mobil ini menjadi mobil listrik dengan performa tinggi, dan disebut-disebut sebagai mobil listrik paling cepat karena memiliki tenaga yang setara dengan 1.341 daya kuda.

Mobil Listrik Tercepat Dunia

NIO EP9 diklaim telah memecahkan rekor di Nurburgring. Di sirkuit legendaris itu, NIO EP9 menempuh waktu 3 menit 5,12 detik dalam satu putaran.

Rekor itu terpecahkan pada 12 Oktober lalu. Setelah itu, EP9 memecahkan rekor mobil listrik di Circuit Paul Ricard, Prancis dengan waktu 1 menit 52,78 detik.

“Hari ini kami meluncurkan supercar listrik kami yang memecahkan rekor di Nordschleife. NIO EP9 telah lahir untuk mendorong batas-batas dan merupakan produksi otomotif pertama dari NIO. Ini adalah produk terbaik di kelasnya yang menampilkan kemampuan kendaraan listrik,” kata Founder & Chairman NextEV, William Li.

EP9 dibekali empat motor listrik bertenaga tinggi denga empat girboks individual. Tenaga total yang bisa dihasilkan mencapai 1 megawatt atau setara dengan 1.341 daya kuda. Motor listrik tersebut juga menghasilkan torsi hingga 1.490 Nm.

Walhasil, NIO EP9 mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 2,7 detik dan 0-200 km/jam dalam 7,1 detik. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 313 km/jam. Baterainya bisa membawa mobil menjangkau jarak sampai 427 km.

Secara desain, mobil ini hadir dengan diffuser yang panjang, splitter epan adjustable untuk downforce saat menikung, sayap belakang aktif dengan 3 posisi (park, low drag, high downforce) serta pelek depan 19 inci di depan dan 21 inci di belakang dengan carbon inlays.

NextEV adalah sebuah perusahaan start up global yang mendesain dan mengembangkan kendaraan listrik premium. NextEV sudah merekrut ribuan ahli riset dan pengembangan dari seluruh dunia. Perusahaan ini memiliki 2.000 karyawan yang tersebar di San Jose, Shanghai, Munich, London dan 8 lokasi lain di seluruh dunia.

Iklan

Ritual Unik di Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Desa Ngadas

Datsun Risers Expedition etape kedua di Kota Malang masih berlangsung. Di sela-sela perjalanan, para risers mampir ke Desa Ngadas. Sebuah desa tertinggi di Pulau Jawa.

Ritual Unik di Desa Tertinggi di Pulau Jawa, Desa Ngadas

Mayoritas warga sini merupakan keturunan kerajaan Majapahit, dan mereka masih mempertahankan tradisi Majapahit. Seperti adat jalan joget atau kuda menari, dan melihat adat istiadat ujung-ujungan.

“Ini merupakan Desa tertinggi di pulau Jawa mencapai 2.175 di atas permukaan laut. Suhu pada siang hari bisa mencapai 22 derajat, suhu malam mencapai 17 derajat, Agustus-September 0-8 derajat celcius. Dan ini merupakan salah satu wilayah desa adat di Malang. Khususnya adat Majapahit, karena banyak dari kami keturunan kerajaan Majapahit. Dan kami yang masih melestariskan adat istiadat Majapahit,” ujar Kepala Desa, Muljianto.

Muljianto menjelaskan, meski kental dengan budaya adat istiadat Majapahit. Di desa Ngadas ada memiliki keanekaragaman agama, namun saling menjaga satu sama lainnya.

“Di desa Ngandas mayoritas penduduk memeluk 4 agama, mayoritas Budha, Muslim 40 persen, Hindu 20 persen, dan sisa penduduknya beragama Kristen. Tapi kami semua di sini, tidak meninggalkan adat istiadat, kita boleh beragama apapun, tapi adat istiadat harus terus dilestarikan. Mulai dari kelahiran hingga kematian dilakukan secara adat,” ujarnya.

“Seperti adat Petean, adat istiadat ini mengkontrol remaja putra-putri dan duda-janda agar tidak melakukan seks bebas. Kita melakukan kontrol 3 bulan sekali apakah mereka hamil atau tidak, ini kami lakukan sejak 1940. Dan waktu itu bupati Malang melakukan penelitian disini. Kenapa? Karena setiap ada yang hamil di luar nikah akan ikut juga merasakan mualnya atau yang dialami perempuan yang tengah mengandung. Dan yang melakukan ini, akan ada sanksi adat. Seperti untuk perawan dan bujangan harus membayar 50 semen. Selain itu, di desa ini juga tidak diperbolehkan melakukan poligami, karena tidak ada manusia yang bisa adil. Pernah pengalaman yang memiliki istri dua, namun akhirnya istrinya yang harus bekerja,” katanya.

Selanjutanya, para risers pun diajak untuk melihat langsung berbagai ritual yang kerap dilakukan masyarakat desa Ngandas.

“Masih banyak lagi adat istiadat yang masih diberlakukan di sini. Seperti tidak boleh melewati atau melangkah tungku dan tidak mau melanggar aturan itu. Karena setiap tahun ada ritualnya, karena pernah ada kejadian ada satu warga menanak nasi. Nasi tumpah tapi di makan akhirnya semua keluarga meninggal dunia. Jadi di sini harus ada upacara mohon ampun dan menghormati para leluhur,” katanya.

“Maksud ritual di sini, maksudnya untuk memberitahukan untuk mengenalkan teman-teman yang ada disini kepada yang memiliki desa ini yang tidak terlihat. Memberitahukan kepada para Leluhur bahwa ada orang baru yang sedang berkunjung, karena mereka bisa bertanya dan bertanya tidak seperti kita. Dan ini dilakukan sebagai permisi agar lebih lancar dan tidak terjadi apa-apa, dan untuk mempersatukan yang ada di Ngadas dengan teman-teman yang datang agar tujuannya tercapai,” tambahnya.

Pengetahuan akan adat istiadat desa Ngandas pun seakan membuka mata para peserta Datsun Risers Expedition.

Pameran Besar-besaran Mercy di Indonesia, Ada 52 Unit Mobil Dipajang

Menjelang akhir tahun ini, produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes-Benz terlihat jor-joran. Mercy menyelenggarakan pameran independen di Indonesia yaitu Mercedes-Benz Star Expo.

Pameran Besar-besaran Mercy di Indonesia, Ada 52 Unit Mobil Dipajang

Pameran ini menggabungkan otomotif dan lifestyle menghadirkan 30 tipe unit mobil dengan 52 unit yang dipamerkan.

Mobil tersebut meliputi New Generation Compact Cars (NGCC), SUV Mercedes-Benz, Luxury MPV, Mercedes-Benz Dream Cars serta kendaraan berperforma tinggi dari Mercedes-AMG.

“Sebagai pioneer di dunia otomotif, Mercedes-Benz percaya tidak hanya menyediakan kendaraan bagi para konsumen tapi juga menawarkan pengalaman terbaik bagi para konsumen. Ini pertama kalinya kami adakan dan terbesar di Jakarta,” kata President and CEO of Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Roelof Lamberts, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Target Mercy dalam pameran ini adalah menampilkan deretan lengkap mobil Mercedes-Benz. Selain itu konsumen juga diberikan kesempatan untuk melakukan test drive di arena yang telah disediakan. Tak habis sampai di situ dua mobil impian Mercy yaitu Mercedes AMG S 63 Coupe dan Mercdes-Benz SL 400 dipamerkan. Kedua mobil merupakan unit terbaru di akhir tahun 2016 ini.

Sementara itu, di bidang lifestyle Mercedes-Benz berkolaborasi dengan desainer Indonesia yaitu Sebastian Gunawan dan Didiet Maulana. Pameran ini berlangsung dari 23-27 November 2016 di Ciputra Artpreneur, Kuningan.

Penjualan Mobil Indonesia Sudah Tinggalkan Jauh Thailand

Penjualan mobil di Indonesia sudah jauh mengalahkan Thailand. Sepanjang Januari-Oktober lalu, di Indonesia ada 874.703 unit mobil baru yang terjual.

Penjualan Mobil Indonesia Sudah Tinggalkan Jauh Thailand

Sementara dari data yang diperoleh dari Reuters, penjualan mobil di Thailand mencapai 617.659 unit, turun 0,7 persen dibanding tahun yang lalu.

Penjualan mobil di Thailand sudah mengalami penurunan sejak Mei 2013, tepat sejak pemerintah Thailand menghentikan subsidi untuk pembelian mobil pertama yang berakhir tahun 2012. Tahun ini, Federasi Industri Thailand memprediksi penjualan mobil mereka bakal mencapai 750.000 sampai 780.000 unit tahun.

Sementara kembali ke Indonesia, penjualan didukung oleh kenaikan penjualan beberapa merek Jepang seperti Honda, Suzuki, Daihatsu. Toyota meski agak melemah penjualannya tetap menguasai pasar Indonesia.

Berikut data penjualan mobil per merek di Indonesia pada bulan Oktober:

1. Toyota 34.120 unit
2. Daihatsu 19.177 unit
3. Honda 17.088 unit
4. Mitsubishi 8.138 unit
5. Suzuki 7.200 unit
6. Hino 2.161 unit
7. Isuzu 1.293 unit
8. Nissan 880 unit
9. Mercedes-Benz 334 unit
10. Datsun 239 unit (ddn/ddn)

20 Mobil Terlaris Bulan Oktober

Penjualan mobil pada Oktober 2016 lalu menurun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hanya 91.846 unit mobil yang terjual pada Oktober 2016, menurun sedikit dari 92.543 unit pada September 2016.

20 Mobil Terlaris Bulan Oktober

Namun, jika dibandingkan dengan Oktober tahun lalu, penjualan mobil di Oktober 2016 meningkat. Untuk diketahui, pada Oktober 2015, sebanyak 88.408 terdistribusi.

Dari catatan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sejak Januari hingga Oktober 2016, penjualan mobil di Indonesia mencapai 874.703 unit. Artinya, angka itu naik dari periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebanyak 853.089 unit.

Mobil jenis MPV masih menjadi mobil yang paling diminati di Indonesia. LCGC 7 penumpang dari Toyota, Calya mendominasi penjualan Oktober 2016 dengan angka 9.286 unit.

Untuk lebih jelasnya, berikut detikOto sajikan 20 mobil terlaris selama Oktober 2016 berdasarkan data Gaikindo:

1. Toyota Calya 9.286 unit
2. Toyota Avanza 9.206 unit
3. Daihatsu Sigra 6.309 unit
4. Honda Brio Satya 4.603 unit
5. Toyota Innova 4.364 unit
6. Daihatsu Xenia 4.242 unit
7. Daihatsu Gran Max Pikap 3.478 unit
8. Honda Mobilio 3.223 unit
9. Honda HR-V 3.065 unit
10. Toyota Agya 2.904 unit
11. Suzuki Carry MT Pikap 2.567 unit
12. Daihatsu Ayla 2.407 unit
13. Toyota Fortuner 2.220 unit
14. Toyota Rush 2.006 unit
15. Mitsubishi L-300 Pikap Diesel 1.836 unit
16. Honda Jazz 1.667 unit
17. Suzuki Ertiga 1.632 unit
18. Mitsubishi Pajero 1.415 unit
19. Toyota Sienta 1.286 unit
20. Daihatsu Terios 1.209 unit.

Ujung-ujungan, Mengusir Kejahatan Manusia ala Suku Tengger

Meski sedang tidak menggelar Upacara Karo, masyarakat Desa Ngadas di Malang menyambut rombongan Datsun Risers Expedition dengan Ujung-ujungan, sebuah tradisi di masyarakat Suku Tengger. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan para risers, untuk bisa melihat budaya asli desa Ngandas di Gunung Bromo.

Ujung-ujungan, Mengusir Kejahatan Manusia ala Suku Tengger

“Hari ini kita akan menyaksikan langsung budaya Ujung-ujungan. Biasanya budaya ini kami selenggarakan setiap tahunnya untuk merayakan hari raya Karo. Hari raya karo adalah hari bersih desa, sebagai wujud selamatan untuk kedua satria Seco dan Setuhu yang merebutkan satu pusaka yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia,” kata Kepala Desa Ngadas Muljianto.

Dengan bertelanjang dada, dua laki-laki melakukan aksi ujung-ujungan menggunakan rotan. Sambil diiringi suara musik tradisional dua pria ini bertarung mengayunkan rotan masing-masing secara bergantian, yang langsung diawasi oleh para risers dan juri yang mengelilingi mereka.

Meski kerap melukai tubuh mereka masing-masing, senyum bahagia terpancar di keua lelaki tersebut. Karena budaya ini memang diselenggarakan sebagai budaya untuk menjaga kedamaian.

Tradisi budaya Ujung-ujungan ini dilakukan dengan saling cambuk-mencambuk dengan menggunakan rotan dan diiringi dengan suara musik tradisional. Tradisi ini dikatakan Muljianto diartikan, untuk mengusir tindakan jahat manusia. Kalau luapan kemarahan setiap manusia bisa didamaikan, maka tidak akan terjadi perkelahian atau saling menyerang.

Tubuh yang terluka akibat cambukan rotan diartikan sebagai peringatan, manusia tidak sempurna. Semuanya terlihat dari tubuh yang bisa terluka akibat rotan.

Budaya Ujung-ujungan ini pun menjadi perhatian para risers. Rasa penasaran, ngeri sekaligus antusias dan salut, terpancar dari setiap wajah risers saat melihat budaya Ujung-ujungan.

“Masyarakat di sini sangat konsisten menjaga budaya yang sudah ada sejak dulu. Senang bisa melihat budaya di desa Ngadas dan jadi tahu Indonesia memang memiliki berbagai budaya,” ujar risers Jawi asal Jakarta.

“Selain itu toleransi beragama sangat di junjung tinggi di desa ini, intinya isu-isu di Jakarta yang tidak kondusif tentang agama. Kita harus mencontoh dari masyarakat Desa Ngadas yang hidup berdampingan, meski beda agama. Setiap ada kegiatan dari satu agama semua pemeluk agama akan mengikuti prosesi agama tersebut,” tambah Jawi.

Rasa kagum akan Desa Ngadas pun juga disampaikan risers Nano. “Paling tertarik dengan berbagai pantangan di sini. Bahkan tadi diceritakan dengan menancapkan sesuatu ke dalam tanah saja tidak sembarangan. Paling respect lagi ada 4 agama di sini, selalu ngumpul dan selalu nyatu dan saling membantu. Begitu juga dengan berbagai budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini,” kata Nano.