2 Mobil Impian Mercy

Menutup akhir tahun, produsen mobil premium Jerman, Mercedes-Benz meluncurkan dua mobil impian terbarunya yaitu Mercedes-Benz S 63 Coupe dan Mercedes-Benz SL 400 facelift.

2 Mobil Impian Mercy

“Kami juga memberikan anda kejutan dengan diluncurkannya dua dream cars, Mercedes Benz AMG 63 Coupe dan Mercedes Benz SL 400. Kedua unit ini merupakan unit terbaru yang diluncurkan Mercedes-Benz di akhir tahun 2016,” kata Presiden dan CEO of Mercedes Benz Distribution Indonesia, Roelof Lamberts, di Mercedes Benz Star Expo, Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Seperti apa profil mobil?

Iklan

Setelah Diuji di Singapura, Mobil Otonom NuTonomy Dites di Boston

Perusahaan rintisan yang tengah mengembangkan mobil otonom, NuTonomy terus menguji prototipe mobil otonomnya. Setelah menguji di Singapura, NuTonomy membawa mobil otonomnya ke Boston, Amerika Serikat.

Setelah Diuji di Singapura, Mobil Otonom NuTonomy Dites di Boston

Diberitakan Automotive News, Rabu (23/11/2016), NuTonomy memanfaatkan mobil listrik Renault Zoe yang telah dibekali perangkat mobil otonom sebagai prototipe pengujian. Pengujian di Boston dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan otonom pada mobil NuTonomy.

Baca juga: Taksi Otonom Siap Beroperasi di Singapura Tahun Ini

NuTonomy berencana untuk menguji di tengah cuaca buruk dan dengan lalu lintas pejalan kaki. Perusahaan itu mengatakan, seorang insinyur tetap berada di belakang kemudi selama uji coba untuk memantau sistem otonom dan mengambil kendali jika diperlukan.

“Pengujian mobil otonom kami ini adalah langkah selanjutnya menuju tujuan akhir kami yaitu keamanan, efisiensi, layanan mobilitas otonom sepenuhnya,” kata CEO NuTonomy, Karl Iagnemma dalam pernyataannya.

Baca juga: Taksi Otonom Diuji di Singapura

Sementara itu, pada Agustus lalu, NuTonomy memperkenalkan program taksi otonom percontohan di Singapura. Perusahaan itu berencana meluncurkan layanan mobilitasnya pada 2018. (rgr/ddn)

Lampu Depan Mobil Mercy Ini Berhiaskan 94 Kristal Swarovski

Mercedes-Benz meluncurkan mobil sport mewah Mercedes-Benz S 63 Coupe. Ada yang spesial dari mobil seharga Rp 6,059 miliar ini yakni lampu depannya dilengkapi 94 kristal Swarovski.

Lampu Depan Mobil Mercy Ini Berhiaskan 94 Kristal Swarovski

“LED intelligent AT system yang dilengkapi yang dilengkapi kristal Swarovski. Setiap lampu depan ada 47 kristal Swarovski yang kami benamkan. Bukan hanya kesan mewah tapi pencahayaan lebih jernih dan putih lagi,” ujar Department Manager Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia Yudi Lesmana, di sela-sela pameran Mercedes Benz Star Expo, Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
Lampu Depan Mobil Mercy Ini Berhiaskan 94 Kristal SwarovskiFoto: Dina Rayanti

Teknologi tersebut merupakan yang pertama kali dipasang pada model Mercy. “Ini lampu headlamp satu-satunya dari seluruh model Mercedes pakai kristal Swarovski. Sepertinya kita yang bawa headlamp dengan adanya kristal,” tutur Yudi.

“Kalau pecah, ganti satu elemen, jangan ganti satu-satu, tapi kan enggak mungkin pecah juga, mobil bisa berhenti sendiri kalau mau tabrakan,” ujarnya.

Selain mewah, S 63 AMG Coupe juga memiliki performa dahsyat. Mesin V8 berkapasitas 5.461 cc yang digendongnya bisa menghasilkan 585 hp pada rpm 5.500, torsi 900 Nm pada rpm 2.250-3.750.

S 63 Coupe juga mengusung transmisi otomatis 7 percepatan dengan tiga pilihan mode berkendara yaitu C (Controlles Efficiency), S (Sport), dan M (Manual). Kecepatan 0-100 km/ jam bisa ditempuh dalam waktu 3,9 detik saja. Setara dengan mobil-mobil super.

Mengintip Matahari Terbit di Gunung Bromo

Petualangan Datsun Risers Expedition etape kedua di Malang menjadi pengalaman baru para risers. Tidak hanya disajikan dengan budaya asli di Desa Ngadas, para risers juga berkempatan untuk melihat matahari terbit di atas gunung Bromo.

 Mengintip Matahari Terbit di Gunung Bromo

Perjalanan menuju puncak melihat matahari terbit, para risers harus beranjak pada dini hari tepat pukul 03.00 pagi. Suasana gelap hanya diterangi dengan pencahayaan mobil hardtop perjalanan begitu seru.

“Datsun Risers Expedition dua memasuki etape ketiga, setelah melalui Aceh dan Lampung. Kini giliran Malang. Agenda kita, mengharapkan para risers bisa menikmati keindahan alam dan kearifan lokal dan budaya dari masyarakat sekitar. Serta bisa melihat keindahan alam seperti gunung Bromo ini, dan bisa menikmati ketangguhan Datsun. Semoga Datsun Rsers Expedition bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujar Head of Marketing Datsun Indonesia, Christian Gandawinata, di Gunung Bromo Jawa Timur.

Kecerian para risers saat melihat matahari terbit begitu terasa. Semua risers mencoba mengabadikannya melalui kamera atau telepon selular mereka.

“Ini pertama kali saya melihat puncak Bromo. Tapi karena banyak awan jadi enggak dapat melihat matahari terbit secara utuh. Tapi tidak menyangka saya bisa kemari, sebelumnya sudah ada rencana lama, tapi rezekinya sama Datsun,” ujar risers asal Jakarta Gito.

Begitu juga untuk risers asal Malang Rauzan, yang mengatakan meski sudah sering ke puncak gunung Bromo, perjalanan bersama Datsun begitu berbeda.

“Saya sering ke sini (puncak gunung Bromo) tapi kan ini beda waktu dan momen. Jadi ini lebih spesial, tidak menyesal ikut Datsun Risers Expedition,” ujar Rauzan.

Hal yang sama juga diucapkan risers asal Surabaya Fajar. Dirinya begitu senang bisa langsung melihat gunung Bromo secara utuh.

“Ini baru pertama kali saya ke sini. Ya nyesel sih, kenapa tidak dari dulu aja ke sini. Tempatnya mendukung bangat, sudah cantik ada sinyal di sini. Tidak menyesal ikut perjalanan kali ini, kalau bisa ikut lagi,” kata Fajar.

Keren! Mannequin Challenge ala Tim Balap Aston Martin

Video Mannequin Challenge atau tantangan menjadi patung, viral di jagat maya. Berbagai perusahaan dan kelompok di dunia pun merekam video tantangan patung. Tak terkecuali ke dunia otomotif.

Keren! Mannequin Challenge ala Tim Balap Aston Martin

Tim balap Aston Martin Racing tak ketinggalan eksis dengan tantangan itu. Baru-baru ini, tim Aston Martin Racing mengunggah video Mannequin Challenge di akun YouTube.

“The mannequin challenge strikes Aston Martin Racing, as they live life in the fast lane at the FIA World Endurance Championship’s 6 Hours of Bahrain!” tulis Aston Martin Racing dalam keterangan video mereka di YouTube.

Dalam video itu, kru dari tim balap ini menjadi patung di paddock. Tantangan menjadi patung dilakukan Aston Martin Racing di tengah kesibukan balap 6 Hours of Bahrain. Kru tim balap yang tengah bekerja terlihat diam bagai patung ketika kamera mengelilingi paddock.

Video ini memberikan gambaran betapa sibuknya aktivitas di dalam paddock Aston Martin Racing saat balap ketahanan 6 jam di Bahrain. Kru Aston Martin Racing terlihat sedang menyiapkan mobil dan ada juga yang sedang menganalisis data balap.

Mercy: Mobil Dipajaki Pakai Emisi Bukan dengan Kapasitas Mesin, Kami Senang

Produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes-Benz menyambut positif akan rencana pemerintah mengubah aturan pajak kendaraan bermotor berdasarkan emisi gas buang yang dihasilkan, bukan lagi berdasarkan kapasitas mesinnya. Produsen Jerman ini mengaku sudah siap dengan teknologi yang dimiliki.

Mercy: Mobil Dipajaki Pakai Emisi Bukan dengan Kapasitas Mesin, Kami Senang

“Kalau itu benar dijalankan, kami sangat happy ya. Secara produk range kami sudah siap semua mau diterapkan misalnya Euro4, Euro5, dan sebagainya secara teknologi siap,” jelas Deputy Director Sales Operation Mercedes Benz Passenger Car and Network Development Mercedes-Benz Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Namun Kerry, panggilan akrab Kariyanto, mempertanyakan soal kesiapan infrastruktur yang belum memadai. Pajak emisi tersebut juga dinilai Kerry bisa meningkatkan persaingan teknologi yang sehat di antara produsen mobil.

“Tapi juga pertanyaannya seberapa siap infrastruktur dalam negeri sendiri, karena sekarang kan masih Euro2 untuk naik ke Euro4 kan masih perlu waktu. Kami mendukung policy tersebut kalau memang pajak berdasarkan emisi. Semakin sedikit emisi yang dihasilkan misalnya pajak semakin rendah, itu menuntut semua merek berkompetisi secara teknologi, nah kami sangat confident kalau itu diterapkan,” tutur Kerry.

Mobil-mobil yang dijual di Indonesia pun menurut Karry sudah siap dengan teknologi tinggi yang menghasilkan emisi rendah seperti C-Class dan E-Class.

“Pada dasarnya semua di Eropae sudah Euro6 dan sudah ada di Indonesia. Model C dan E sudah ada, bensin semua,” ungkapnya.

Emisi gas CO2 mobil Mercy memang rendah. Sebagai contoh untuk mobil sportnya saja seperti S63 AMG mencapai 242 gram CO2 per km, sedangkan SL 400 175 gram per km. Untuk E-Class mencapai 102-142 gram per km tergantung modelnya.